Membaca untuk umat?

Mengapa kita belajar membaca? Mengapa kita harus belajar membaca dari kecil? Kata orang dulu, kita harus agar kita tidak gampang untuk dibodohi atau di bohongi. Namun itu hanyalah sugesti orang tua dulu kepada anak-anaknya agar mereka mau belajar dan menuntut ilmu. Dan ternyata sugesti itupun berhasil. Banyak anak-anak jaman sekarang yang sudah mau bersekolah dan membaca. Namun apakah arti dari membaca itu sendiri?

Membaca adalah, memahami simbol-simbol yang disebut huruf yang terdiri dari komsonan dan vokal dimana bila digabungkan menjadi kata dan kalimat yang dimengerti oleh manusia. Membaca memberikan manusia wawasan dan pengetahuan dalam berbagai macam hal. Bukan hanya dalam bidang pendidikan saja, namun dalam berbagai hal dalam hidup manusia, akan lebih mudah bila kita membaca dan mengetahui segalanya dari bacaan itu.

Dalam Islam, Wahyu yang pertma kali diterima oleh Nabi Muhammad SAW adalah ‘Iqra’ yang artinya ‘bacalah’. Namun masyarakat Islam saat ini khususnya sering mengalami masalah malas membaca. Padahal, wahyu pertama jelas-jelas menyebutkan bahwa manusia diwajibkan membaca agar tahu dan mengerti tentang dunia yang ditinggalinya dan segala keterikatannya dengan manusia itu. Marilah kita mengamalkan wahyu ‘iqra’ itu. Marilah kita membuka mata kita untuk membaca. Meski itu hanya secarik kertas, sepotong koran bungkus makanan, ataupun selepas pandang tulisan di jalanan.

Mengapa orang-orang barat begitu pintarnya? Mengapa orang-orang seperti Albert Einstein, Archimedes, dan kawan-kawan begitu pintar? Mengapa orang-orang yahudi begitu hebat mengadu domba? Karena mereka suka membaca. Marilah, kita sebagai umat Islam membudayakan membaca demi kehidupan mendatang. Jangan sampai kita sebagai bangsa yang pandai membaca dapat dengan mudahnya dibodohi oleh orang-orang Israel. Mari, kita umat Islam membaca demi kelangsungan umat ini dan masa depan lebih baik. Karena kebanyakan umat ini lebih suka mengikuti gaya hidup Yahudi dan orang-orang barat daripada gaya hidup agamanya sendiri.Tengoklah remaja sekarang. Mereka lebih senang berdandan ala celana ketat, pakaian yang menunjukkan lekuk tubuh mereka, dan memasangkan aksesoris-aksesoris tambahan bagi kaum laki-laki.

Ketika anak-anak mulai tumbuh dewasa, mereka lebih mementingkan teman dan waktu bermainnya daripada membaca dan memahami dunia mereka sendiri. Sedangkan orang tua lebih mementingkan pekerjaan dan mencari untung lebih banyak dari pekerjaannya daripada memberikan edukasi kepada putra-putrinya. Sebaiknyalah, kita sebagai orang tua dan kakak-kakak yang baik, memberikan pendidikan dan pengetahuan keapada generasi-generasi baru sekarang. Mari, kita budayakan membaca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s