Obsessive Compulsive Disorder (ODC)

kompulsif obsesif (OCD) adalah suatu gangguan kecemasan yang menyebabkan penderita mengalami obsesi/ pikiran  berulang. Penyakit ini bisa menganggu kehidupan Anda dalam segi hubungan, pekerjaan ataupun pendidikan.

Beberapa contoh penderita OCD adalah kecenderungan seseorang untuk takut terhadap sesuatu secara berkepanjangan dan melakukan sesuatu untuk menghilangkan ketakutannya tersebut secara terus menerus. Contohnya, seseorang mungkin takut terkena kuman dan sesuatu yang anda sentuh penah dengan kuman. Hal ini membuat anda selalu mencuci tangan. Hal ini terkadang wajar, namun penderita OCD terus menerus mencuci tangannya.

Pada penderita OCD, obsesi ini bisa diartikan sebagai sebuah implus, pikiran atau gambaran yang terus saja berulang dan berkelanjutan hingga pada akhirnya menyebabkan kecemasan berat. Impuls ini sangat tidak rasional bagi orang normal, namun bagi penderita OCD sangatlah menarik sehingga terus saja diulang-ulang.

Ada empat jenis Obsessive Compulsive Disorder (OCD), yaitu:

  • Agresif Obsessive Compulsive Disorder related to sexual, religion atau merugikan lainnya yang disebabkan oleh dorongan.
  • Obsesi dengan simetri yang disertai dengan mengatur dan mengulangi dorongan.
  • Obsesi kontaminasi yang akhirnya diakhiri dengan pembersihan dorongan
  • Gejala penimbunan

Penderita OCD mengalami kenaikan selama 100 tahun belakangan. Untuk orang amerika, penderita OCD berkisar antara 1%-2% dari jumlah penduduk dewasa atau sekitar 2-3 juta orang. Kebanyakan penderita OCD adalah remaha umur 19 tahun. OCD juga bisa dimulai dari masa anak-anak dan biasanya berkembang hingga usia 30 tahun dengan mayoritas penderita adalah laki-laki.

 

Penyebab Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

OCD merupakan penyakit yang rumit. Hal ini disebabkan oleh belum jelasnya penyebab penyakit ini. hanya saja para ahli pernah melakukan penelitian tentang penyakit ini. penelitian ini menunjukan kemungkinan penyebab OCD adalah adanya masalah pada pengiriman informasi pada bagian otak yang satu dengan bagian otak lainnya. Masalah juga datang jika jumlah serotonin atau zat kimia yang ada dalam otak kurang dari jumlah normal.

 

Gejala OCD

Ada beberapa gejala yang sering muncul pada penderita OCD:

Obsesi. Gejala OCD ini meliputi berbagai pikiran, ide atau dorongan yang tidak diinginkan yang terus saja datang tanpa henti. Dorongan ini terus saja ada di kepala anda, bisa menyebabkan kecemasan dan rasa takut. Ketakutan ini bisa menyangkut pikiran tentang seksual, kekerasan penyakit serta infeksi. Beberapa contoh OCD untuk jenis obsesi seperti ini diantaranya adalah:

  • Takut membahayakan diri sendiri ataupun pasangan.
  • Takut kotor, terkena kuman ataupun infeksi.
  • Ketakutan pasangan mendapatkan bahaya saat mengemudi.
  • Selalu saja merasa resah. Banyak pikiran negative yang ada di pikiran seperti perasaan mengunci pintu, lupa mematikan kompor ataupun hal-hal sejenis.

Compulsion. Gejala OCD ini berupa kelakuan yang dilakukan secara berulang-ulang untuk menghilangkan obsesi di atas. Contohnya adalah:

  • Mencuci tangan terus menerus untuk menghilangkan kotor, kuman ataupun infeksi.
  • Mengulang sesuatu hingga anda merasa hal tersebut sempurna namun tidak akan pernah terasa sempurna.
  • Berdoa secara terus menerus yang diakibatkan oleh kecemasan yang berlebihan.
  • Melakukan hal-hal yang aneh, seperti tokoj Howard dalam film Aviator. Howard sering membakar seluruh bajunya dan menuangkan air seni ke dalam botol dan kemudian dikumpulkan.

 

Obsesi atau dorongan di atas terjadi biasanya terjadi lebih dari 1 jam dalam sehari. Pada suatu saat, penderita merasa yakin bahwa dorongan atau compulsion tersebut tidak nyata, namun pada waktu lainnya mereka sangat ketakutan dengan hal tersebut.

 

Pengobatan OCD
pengobatan untuk penyakit ini meliputi dua hal, yaitu konseling dan pengobatan.

Konseling

Konseling yang bisa dilakukan untuk pengobatan penyakit adalah terapi kognitif-tingkah laku. Dalam terapi OCD ini, pasien akan dibantu untuk mengatasi masalahnya dengan perbincangan yang rasional dan kemudian dilanjutkan dengan terapi tingkah laku untuk pencegahan.  Konseling ini bisa membantu penderita untuk mengatasi ketakutannya. Misalnya, jika seorang penderita takut dengan kuman maka ia akan diajak untuk menyentuh sesuatu yang Anda percayai memiliki kuman dan tidak mencuci tangan. Hal ini dilakukan secara terus menerus, sementara konselor akan terus memberikan terapi OCD yang berupa terapi kognitif yang pada akhirnya membuat kecemasan anda menghilang. Terapi yang cukup sulit pada awalnya, namun akan berhasil.

Pengobatan

Biasanya digunakan obat-obatan antidepresi untuk sementara. Selain itu diberikan juga Chlomipramine dan Fluxomine. Fungsi dari kedua obat ini adalah sebagai penenang. Selain itu juga berfungsi menurunkan obesesional pada penderita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s