Dilema Gerobak Besi Dan Kuda Besi : Ngetem itu kenapa sih?

Kala itu senja yang terik dan panas membuat kepalaku hendak aku copot dan ku letakkan di lemari es agar dapat aku gunakan untuk berpikir jernih. aku tarik kayuh tangan dari kuda besi milikku dan aku gunakan untuk melenggang pulang. kembali ke rumah kedua. sesaat aku terhenyak dan tersentak. terkejut melihat sebuah gerobak dengan empat roda dengan mesin ber-pelat nomor kuning yang tiba-tiba berhenti di depanku. sontak aku hampir menabrak dan seketika itu pun, aku melemparkan kata-kata umpatan yang seharusnya, tidak perlu.

sederetan mesin-mesin ini berjajaran membentuk sebuah barisan layaknya semut yang sedang beriringan mengusung makanan. tapi ini bukan. mereka berlomba-lomba mencari penumpang dengan memakan bahu jalan dan membahayakan penunggang-penunggang mesin lainnya. dalam sebuah bahasa umum masyarakat, lomba pencarian penumpang oleh mereka ini disebut ngetem.

di kota mana saja daerah mana saja selalu ada yang saja angkot-angkotngetem ini. sebenarnya, kenapa harus ngetem sih? kalo ngetem itu mbok ya jangan makan jalan, cari tempat lain dong!!, begitulah orang-orang ketika mereka mulai kesal dengan tingkah plat kuning iniLalu sebenarnya para pengendaranya atau pak kepala-kepala kotak, atau pemerintahnya atau memang sudah mendarah daging diantara para pemakai gerobak besi ini?
apakah tidak pernah ada kebijakan untuk memberikan tempat bagi para pe-ngetem ini?

Dalam benakku, tersiratlah sesuatu. Sebenarnya, siapa orang yang paling pertama kali mempopulerkan ngetem ini? dan siapa sopir angkot pertama yang melakukan ngetem?

Bernafas : Dilema Para Penyedot Tembakau

Ketika semua penghuni bangunan terlelap dan berlenggang bebas dalam bunga-bunga tidur mereka, ketika matahari menyembunyikan wajahnya dan bulan datang dengan dipenuhi jerawat, saya menyempatkan diri untuk menulis tulisan ini, karena seperti sebuah kerikil di tengah jalan, aku merasa ini adalah sebuah ganjalan dalam pikiran ini jika saya tidak berbagi dengan anda. Semisal aku seorang remaja belasan tahun, dan itu telah berlalu beberapa bulan lalu, mungkin saya akan bilang ini adalah curhat. Ya tulisan ini memang bisa dibilang curhat, namun menurut saya bukan itu inti dari semua ini karena dalam hal ini banyak yang mungkin merasakan apa yang saya rasakan sebelumnya.

Diawali dengan sebuah kejadian lucu. ketika itu aku berada di sebuah taman di kota magelang, kota kecil nan asri. Aku pikir tidak ada salahnya aku nyalakan sebatang rokok karena aku sendirian dan lebih baik aku merokok daripada aku tidak ada kegiatan lain selain itu. Dan lagipula, tidak ada larangan merokok di taman itu. Saat itu kulihat seorang ibu mendekatiku dan duduk di sampingku Continue reading

Siluet, jagung, Dan Hasil Pembuahan

Hanya sekedar bercerita, mengunggah dan bertanya, tentang imajinasi awal kita ketika kita melihat lekuk indah ala celana dan kaos-kaos ketat. Terkadang rok dan celana pendek menjadi sebuah ambigu. Memasuki sebuah altar penuh dengan aksesoris dan sarana-sarana pembersih badan. Mempersiapkan imajinasi mengisi kepala dengan bentuk-bentuk lekukan yang tersebut tadi. Memberi tekanan pada bagian tubuh, menghangatkan badan bersiap untuk naik ke puncak tertinggi dalam hasrat.

Entah karena memang jaman yang sudah merubah cara berpakaian yang sering mengundang imajinasi, atau memang individu yang sakit setiap melihat paras yang rupawan? Atau mungkin, bungkus-bungkus batangan altar mandi yang menggunakan siluet-siluet Continue reading

Masa Putih Abu-Abu

Setelah melihat buku dgn sampul bergambar seorang bajak laut dengan tulisan “we finally arrived” membuat kenangan lama kembali diputar di kepala.
Masa-masa dimana kita saling mencela,memaki, mentertawai, mengejek. Masa-masa dimana kita tertawa bersama, dimarahi guru bersama, gaduh di kelas, menghisap asap, dikejar guru piket, melihat teman lain kena hukum, dipotong rambut secara paksa, bersembunyi dari para penegak, dijemur dibawah terik matahari, mencabuti rumput, memanggil nama bokap. Menghabiskan batang demi batang sigaret bersama. Continue reading

Membaca untuk umat?

Mengapa kita belajar membaca? Mengapa kita harus belajar membaca dari kecil? Kata orang dulu, kita harus agar kita tidak gampang untuk dibodohi atau di bohongi. Namun itu hanyalah sugesti orang tua dulu kepada anak-anaknya agar mereka mau belajar dan menuntut ilmu. Dan ternyata sugesti itupun berhasil. Banyak anak-anak jaman sekarang yang sudah mau bersekolah dan membaca. Namun apakah arti dari membaca itu sendiri? Continue reading