Benarkah Bangsa Maya Tidak Meramalkan Kiamat?

Apakah Anda termasuk orang yang khawatir akhir zaman akan tiba pada Desember 2012? Tenang saja, sejumlah pakar kebudayaan Maya menyatakan bahwa ramalan itu tidak ada.

Para pakar ini ingin meluruskan anggapan dan keyakinan bahwa bangsa Maya kuno telah meramalkan dunia akan kiamat pada akhir tahun depan.

http://image.tempointeraktif.com/?id=75958&width=475

Kalendar Maya hanya menandai akhir siklus 5.126 tahun sekitar 12 Desember 2012, yang akan membawa kembalinya Bolon Yokte, dewa Maya yang diasosiasikan dengan perang dan penciptaan.

Seniman sekaligus penulis, Jose Arguelles, adalah orang yang pertama kali melontarkan gagasan kiamat berdasarkan kalendar Maya. Namun pertemuan para pakar di kota Maya kuno di Meksiko Selatan menyatakan kalendar itu hanyalah pertanda berakhirnya satu periode penciptaan dan awal periode yang lain.

“Kami harus menjelaskan soal itu. Tak ada ramalan tentang 2012,” kata Erik Velasquez, seorang pakar etsa di National Autonomous University of Mexico (UNAM). “Itu penafsiran yang keliru.”

Institut Sejarah Antropologi Nasional di Meksiko telah mencoba memadamkan maraknya para peramal yang memprediksi datangnya kiamat berdasarkan penanggalan Maya. “Pemikiran orang Barat telah memutarbalikkan pandangan dunia tentang peradaban kuno seperti bangsa Maya,” kata institut tersebut.

Dalam penanggalan Maya, penghitungan kalender panjang dimulai pada 3.114 SM dan dibagi ke dalam periode 394 tahunan yang disebut Baktun. Bangsa Maya menganggap 13 sebagai angka keramat dan Baktun ke-13 berakhir tahun depan.

Sven Gronemeyer, peneliti kode Maya dari La Trobe University di Australia, yang mencoba mengungkap makna penanggalan itu, menganggap apa yang disebut sebagai hari terakhir merefleksikan sebuah transisi dari satu era ke era berikutnya, yaitu kembalinya Bolon Yokte.

“Karena Bolon Yokte sudah pernah hadir pada hari penciptaan, tampaknya wajar saja bagi bangsa Maya bila Bolon Yokte akan datang lagi,” ujarnya.

Institut itu menyatakan, dari sekitar 15.000 naskah glyphic resmi yang ditemukan di berbagai daerah yang sebelumnya merupakan kerajaan Maya, hanya dua yang menyinggung soal 2012.

“Bangsa Maya tidak memikirkan masalah kemanusiaan, pemanasan global, atau memprediksi kutub akan berfusi menjadi satu,” kata Alfonso Ladena, dosen dari Complutense University of Madrid. “Kitalah yang memproyeksikan kekhawatiran kita pada mereka.”

sumber : apakabardunia.com

Bumi Adalah Jupiter Yang Gagal

Planet-planet batuan, termasuk Bumi, sejatinya merupakan planet gas raksasa seperti Jupiter yang gagal terbentuk. Ini berdasarkan teori pembentukan planet terbaru yang diungkapkan oleh Sergei Nayakshin, astronom University of Leicester, seperti diberitakan Space.com.

Teori pembentukan planet yang umumnya dipercaya saat ini adalah akresi inti. Mulanya, ada piringan gas raksasa di sekitar bintang yang baru lahir.

https://i1.wp.com/assets.kompas.com/data/photo/2011/09/19/1720594620X310.jpg

Partikel debu pada piringan itu bergabung membentuk objek yang lebih besar disebut planetesimal yang kemudian membentuk struktur yang lebih besar.

Akibat proses itu, massa yang terbentuk pun lebih besar. Pada satu massa tertentu, disebut massa kritis, gravitasi akan menarik massa gas dari piringan yang terdapat di sekitar gumpalan tersebut.

Demikianlah, planet batuan kemudian terbentuk dari proses yang panjang dan rumit tersebut.

Teori baru yang diajukan Nayakshin disebut tidal downsizing. Berdasarkan teori ini, gumpalan gas pada awalnya terbentuk di zona yang jauh dari tempat planet umumnya ditemukan sejauh ini.

Dalam prosesnya, gumpalan gas mendingin dan menyusut menjadi planet yang masih tergolong massif, sekitar 10 kali ukuran Jupiter.

Selama penyusutan berlangsung, partikel debu yang terdapat dalam piringan gas bergabung menjadi lebih besar dan kemudian “jatuh” ke bagian tengah gumpalan gas, membentuk padatan yang solid di sana.

Di sinilah akhirnya terbentuk planet batuan primitif dengan pembungkus gumpalan gas di luarnya.

Peristiwa selanjutnya, piringan gas membawa planet primitif ini mendekati bintangnya. Gas pembungkus planet primitif ini kemudian “dimakan” oleh bintang induknya.

Bagian yang “selamat” hanya inti berwujud padat dan sebagian gas, terselamatkan karena massa jenisnya yang tergolong besar.

Proses perampasan gas pembungkus inilah yang kemudian membentuk planet Super Earth atau planet batuan seperti Bumi.

Dengan kata lain, Super Earth dan planet batuan pada dasarnya adalah planet gas yang tak memiliki kesempatan untuk tumbuh dewasa karena mekanisme di semesta serta “kejahatan” sang bintang.

Nayakshin menguraikan teori baru pembentukan planet ini di Monthly Notice jurnal Royal Astronomical Society yang terbit Agustus lalu.

Ia mengakui, sebagai sebuah teori baru, masih banyak kelemahan yang harus ditutupi dan masih harus diuji. Ia berharap para ilmuwan berkenan mengkaji lebih lanjut teori yang dipaparkannya.

Menanggapi teori Nayakhsin, Aaron Boley dari University of Florida yang melakukan penelitian tentang pembentukan planet gas raksasa mengatakan bahwa proses tidal disruption memungkinkan kehidupan berevolusi pada sistem bintang yang lebih bervariasi.

“Ini cara lain alam menciptakan planet,” kata Boley. Makin banyak planet, makin besar potensi kehidupan.

Nayakhsin sendiri mengatakan, model akresi inti dan tidal disruption memiliki langkah-langkah fisik yang sama tetapi proporsinya berbeda.

“Dalam hal ini, model finalnya mungkin adalah gabungan,” katanya. Ia juga menbambahkan bahwa planet batuan yang terbentuk pada proses tidal disruption mungkin berukuran “nol sampai 10 massa Bumi.”
sumber : apakabardunia.com

10 Orang Yang Hidup Menjadi “Vampir”

Cerita-cerita tentang Iblis dan Vampir sastra diisi dengan cerita-cerita sensual, monster penghisap darah, yang banyak meneror sebuah kota kecil dan desa. Tapi, apakah Anda tahu bahwa sejarah faktual berkaitan denga “vampir” juga ada?

Ok, mungkin mereka tidak berubah menjadi kelelawar atau serigala, tetapi mereka punya kemiripan iblis fiktif kita yang haus darah ini. Daftar ini adalah kompilasi dari sepuluh manusia “vampir” yang juga pembunuh berantai

Continue reading

misteri hilangnya harta karun Inca

Selama bertahun-tahun banyak yang percaya jika bangsa Inca menyembunyikan sejumlah harta mereka di suatu tempat, namun setelah sekian lama tidak juga ditemukan, harta karun ini hanya dianggap sebagai mitos, benarkah demikian?

Ada banyak kisah mengenai harta karun bangsa Inca, bahkan mitos mengenai kota Inca yang penuh dengan emas, perak, dan batu berharga lainnya begitu terkenal di kalangan pemburu harta.

Selain pemburu harta karun, banyak mahasiswa yang tertarik juga untuk menemukan tempat tersembunyi bangsa Inca ini karena mereka mendengar kabar bahwa penguasa Inca terakhir menyembunyikan harta di suatu tempat di Peru.

Sayangnya, sampai saat ini, tempat itu belum pernah ditemukan, namun tidak ada yang menyangkal juga jika kisah mengenai harta karun tersebut adalah mitos, mengapa?

Suku Inca hidup di daerah pegunungan yang sangat buruk untuk pertanian. Untuk mengatasi hal ini, biasanya bangsa Inca membuat lahan khusus di daerah lereng yang curam untuk menanam tanaman pokok mereka.
Continue reading

Lastel ; Hotel Tempat Menginap Mayat Di Jepang

Jepang adalah sebuah negara dengan tingkat kematiannya 1,6 juta per tahun, kematian disana telah menjadi suatu pasar yang booming di Jepang.

Seorang pengusaha Yokohama bernama Hisayoshi Teramura sedang mencoba untuk lebih dalam menekuni bidang bisnis ini dengan menawarkan sebuah hotel khusus untuk orang mati.

Mr Teramura yang sudah memiliki bisnis kuburan dan rumah duka membuka Hotel aneh ini di seberang toko mie yang tak berdosa di pinggiran kota Yokohama tahun lalu.

Hotel untuk para mayat ini bernama Lastel, menawarkan kamar untuk si mayat dengan sewa harian ¥ 12.000 (sekitar Rp. 1.400.000,-) dimana keluarga korban dapat sementara untuk menyimpan (atau mungkin memberi liburan untuk si mayat) saat si mayat menunggu giliran antrianpada krematorium kota yang akhir-akhir ini sedang ramai.
Continue reading

Dilema Gerobak Besi Dan Kuda Besi : Ngetem itu kenapa sih?

Kala itu senja yang terik dan panas membuat kepalaku hendak aku copot dan ku letakkan di lemari es agar dapat aku gunakan untuk berpikir jernih. aku tarik kayuh tangan dari kuda besi milikku dan aku gunakan untuk melenggang pulang. kembali ke rumah kedua. sesaat aku terhenyak dan tersentak. terkejut melihat sebuah gerobak dengan empat roda dengan mesin ber-pelat nomor kuning yang tiba-tiba berhenti di depanku. sontak aku hampir menabrak dan seketika itu pun, aku melemparkan kata-kata umpatan yang seharusnya, tidak perlu.

sederetan mesin-mesin ini berjajaran membentuk sebuah barisan layaknya semut yang sedang beriringan mengusung makanan. tapi ini bukan. mereka berlomba-lomba mencari penumpang dengan memakan bahu jalan dan membahayakan penunggang-penunggang mesin lainnya. dalam sebuah bahasa umum masyarakat, lomba pencarian penumpang oleh mereka ini disebut ngetem.

di kota mana saja daerah mana saja selalu ada yang saja angkot-angkotngetem ini. sebenarnya, kenapa harus ngetem sih? kalo ngetem itu mbok ya jangan makan jalan, cari tempat lain dong!!, begitulah orang-orang ketika mereka mulai kesal dengan tingkah plat kuning iniLalu sebenarnya para pengendaranya atau pak kepala-kepala kotak, atau pemerintahnya atau memang sudah mendarah daging diantara para pemakai gerobak besi ini?
apakah tidak pernah ada kebijakan untuk memberikan tempat bagi para pe-ngetem ini?

Dalam benakku, tersiratlah sesuatu. Sebenarnya, siapa orang yang paling pertama kali mempopulerkan ngetem ini? dan siapa sopir angkot pertama yang melakukan ngetem?